-->

Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5

Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5 - Asalam mualikum Wrb, puji sukur selalu kami panjatkan kepada Guti ALLOH yang senantiasa memberikan kesejukan hati terhadap keluarga kami, sedangkan untuk para pembaca yang belum sempet pergi ke makhom para wali, saya doakan semoga saja bisa kesana, dan tak kalah penting semoga saja para pembaca setia di blog ini selelu di lancarkan rejekinya di sehatkan jiwa dan ragnaya, Nah,, di pertemuan kali ini saya hanya ingi curhat tentang perjalanan keluarga kami menuju wali 5, siap tau saja bisa bermnfaat untuk   pembaca semuanya.

Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5


Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5

Jumat 14 juli 2018 jam 6 sore tepatnya kami mulai keberengkatan menuju wali 5 kami berangkat menggunakan bis besar dengan berbagai kalangan masarkat di kampung kami, hampir semua orang di kampung kami ikut dalam rombongan tersebut, dan terasa sepilah malam itu di kampung kami ya untung saja tak ada pencuri yang berkeliaran di sana andaikan ada wah,, pasti sudah dapat banyak pencuri itu.

Ok setelah menju bisa besar perjalan menuju wali lima pun kami lakukan, di awali dengan bacaan bismilah bis besar yang menagkut keluarga kami pun mulai berangkat, dan setelah satu jam perjalan seperti yang diminta oleh ketua rombongan kita akan bacakan tahlil di dalam bis tersebut, itu berguna  untuk mengirim leluhur kita masing masing, dan tentunya agar perjalan kita mejadi lancar untuk menjuu makham para wali 5.

Setelah bacaan selasai alahkan senangnya saya meiihat anak saya yang masih umur 2 tahun setengh in, senang sekali naik bis yang besar nyanyi-nyanyi terus anak saya lob selama perjalan, hingga akhitrnya ngatuk pun tiba di mata nanak saya, ya namanya anak kecil dia langsung saja minta dotnya dan tidur,, eh tak lama kemudian di bangun da nagis terus  hingga seisi orang bis mungkin saja risih bingunglah saya sama istri saya, namun dengan usah keras istri saya akhinya anak saya ini bisa diam dan tidur lagi.

Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5
O Iya hampir saja lupa karena kami orang malang  perjalananpun di mulai dari malang tepatnya adalah kec turen desa ture tendean gang 1  yakni malang selatan.seiring perjalan yang berlalu di fikiran saya sih cuma sebentar ya namaya belum pernah ya sob,, eh ternyata lama sekali lo sampe-sampe hampir saja saya mabuk perjalan, maklum sob tak pernah naik bis dengan perjalan yang jauh. Ok sekarang 6 jam sudah berlelu dan kita sudah sampi di slah satu makhom mbah abdul rahman whid,, yang sring di kenal dengan julukukn gusdur ya persiden ke 4 kita Indonesia.

Betapa herenya lagi saya setelah tau makhomya terus pesatren tebu ireng sangat megah sekali di sana dan adem rasanya hati, selanjutnya selepas saya turun dari bis besar tersebut si pemandu wisata itu langsung saja mengajak kami untuk menuju makhom mbah yai abdul raman wahid yang ada di dalam, dan selama perjalalan menuju makam tersebut kita sebagai pelancong di sugui banyak sekali pernak-pernik kemewahan orang jualan  mulai dari kopyah, sarung, tasbeh, dan banyak sekali pokoknya, susah jika di ulas satu persatu,  tiba - tiba di suatu toko ada yang julan barang inacran saya lo yaitu kopyah maiyah langung saja saya beli lagian harganya juga tak terlelu mahlal yakni 20 ribua aja.

Nah, sekrang kita akan coba mengulas berbagai sejarah yang ada disni ya sob. Penyebaran Islam di Jawa Timur tidak lepas dari peran Walisongo. Lima wali di antara sembilan wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa Berposisi di wilayah Jawa Timur. Lima wali tersebut ialah Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Gresik di Gresik, Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, serta Sunan Bonang di Tuban. Mereka inilah yang diketahui dengan sebutan Wali Limo. Makam wali limo merupakan salah satu sasaran destinasi wisata religi di Jawa Timur 

Inilah Sejarah Yang Ada Di Wali 5 

1. Sunan Ampel (Raden Rahmat) - Surabaya

Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. rujukan oleh riwayat ia ialah putra dari Ibrahim Zainuddin Al-Akbar serta seseorang putri Champa yang bernama Dewi Chondro Wulan Binti Raja Champa terakhir Dinasti Ming. Nasab lengkapnya berikut : Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin Al-Husain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali'. Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid 

Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali Al- Uraidhi bin Imam Ja'far. Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Sayyidah Fatimah Az-Zahrah binti Nabi Muhammad Rasulullah. Sunan Ampel lazimnya di anggap sebagai sesepuh oleh parawali lainnya. 

Pesantrennya bertempat di Ampel Denta, Surabaya, serta merupakan salah satu pusat penyebaran agama islam tertua di Jawa. ia menikah dengan Dewi Condro Wati yang bergelar Nyai Ageng Manila, putri Adipati Tuban bernama Arya Teja serta menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati atau lebih dikenal Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo, berputera : Sunan Bonang, Siti Syari'ah,. Sunan Derajat, Sunan Sedayu, Siti Muthmainnah serta Siti Hafsah, Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning berputera : Dewi Murtasiyah, Asyiqah, Raden Husamuddin (Sunan Lamongan), Raden Zainal Abidin (Sunan Demak), Pangeran Tumapel dam Raden Faqih (Sunan Ampel 2, Makam Sunan Ampel berada di dekat Masjid Ampel, Surabay

2. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) - Gresik

Maulana Malik Ibrahim ialah keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Ia dikatakan juga Sunan Gresik atau Sunan Tandhes atau Mursyid Akbar Thariqat Wali Songo. Maulana Malik Ibrahim lazimnya dikata sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam serta banyak merangkul rakyat kebanyakan, yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit. Malik Ibrahim berupaya menarik hati masyarakat yang tengah dilanda krisis ekonomi serta perang saudara. Ia membangun pondokan tempat belajar agama di Leran gresik. terhadap Tahun 1419 Maulana Malik Ibrahim wafat serta dimakamkan di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. 



3. Sunan Giri (Raden Paku atau Ainul Yaqin) - Gresik

Sunan Giri ialah putra Maulana Ishaq. Sunan Giri ialah keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad, merupakan murid dari Sunan Ampel serta saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di wilayah Giri Kedaton Gresik, selanjutnya berlakon sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa Tdan Indonesia Timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku. Salah satu keturunannya yang populer ialah Sunan Giri Prapen, yang menyebarkan agama Islam ke wilayah Lombok serta Bima 

4. Sunan Drajat (Raden Qasim) - Lamongan

Sunan Drajat diramalkan lahir terhadap tahun 1470 Masehi. Nama kecilnya ialah Raden Qasim, setelah itu memperoleh gelar Raden Syarifudin. Dia ialah putra dari Sunan Ampel, serta bersaudara dengan Sunan Bonang Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan Sunan Drajat yang memiliki nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel serta populer dengan kecerdasannya. sehabis menguasai temuan islam ia menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia dikasi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah terhadap tahun saka 1442/1520 masehi

Makam Sunan Drajat bisa ditempuh dari Surabaya ataupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), namun jika lewat Lamongan bisa ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi 

5. Sunan Bonang (Raden Maulana Makdum Ibrahim) - Tuban

Sunan Bonang dilahirkan terhadap tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia ialah putra Sunan Ampel serta Nyai Ageng Manila. Bonang ialah sesuatu desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang diduga ialah Bong Ang sesuai nama marga Bong layaknya nama ayahnya Bong Swi Hoo atau lebih dikenal Sunan Ampel 

Sunan Bonang wafat terhadap tahun 1525 M, serta saat ini makam aslinya Berposisi di Desa Bonang. Namun, yang kerap diziarahi ialah makamnya di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang adanya dua pasal konon, saat dia meninggal, kabar wafatnya dia sampai terhadap seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid amat mengagumi dia sampai ingin membawa jenazah dia ke Madura. Namun, murid tersebut tidak bisa mengangkutnya serta cuma bisa membawa kain kafan serta pakaian-pakaian dia. Saat melalui Tuban, adanya seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar adanya murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Mereka memperebutkannya

Nah Itulah Teman-teman sedikit sejarah yang saya dapatkan disana semoga saja bisa membantu teman-teman yang mungkin saja ingin pergi ke wali 5, sedangkan perjalan yang kita tempuh kemaren sekitar 2 hari untuk menyelsaikan semua perjalan ke lima makhom para wali tersebut, perjalan yang kami tempuh muali dari makam mbah yai gusdur belanjut kesunan ke sunan bonang dan belanjut terus hingga sampai di sunan ampel surabanya.

Perjalanan tersebut tersa sanagt melelahkan, namun semua itu terbayar sudah dengan nilai-nilai yang bisa kita ambil dari sejarah para wali yang sudah susah payah menyebarkan agama islam di tanah jawa ini teruam di tanah jawa timur, tak heran jika pengujung yang hadir di setiap makhom banyak sekali, dan ini tak akan terjadi jika bukan karena keinginan Alloh, Para wali ini sudah berjuang untuk memberikan ajaran yang benar terhadap orang jawa jadi tak hernalah jika makhom paar wali ini menjadi buruan para peziarah.



jika di telusuri lebih dalam jangankan masih hidup sudah meninggal dunia pun para wali ini sudah memberikan keberkhan pada peduduk setempat, saya rasa di tempat pemkaamn para wali tersebut kini banyak sekali di amnfaatkan oleh orang sekitar untuk mengais rejeki, sungguh hebat para para wali-wali Alloh INI, Semoga saja kita bisa menirukan jejak mereka, ya paling tidak kita di tanah jawa ini memiliki tauladan yang sangat hebat.

Oke teman-teman perjalan saya menju wali lima ini mungkin sudah berakhir, jam 8 pun kami melakun perjalanan pulang dari surabaya menuju malang dan setengah sebelas sampai sudah di rumah, wuuu,,, sangat capek sob tapi alhamdulilah rasa senang yang saya dapatkan bisa mengobati rasa capek tersebut dan bisa saya tulikan di blog ini untuk berbagi kepdaa masarkat semuanya.

Nah demikian lah sedikit ulasan tentang perjalan keluarga kami menuju makhom wali 5 yang bisa saya tuliskan, meskipun tak semuanya bisa saya tulis paling tidak itulah sedikit kisah keluarga saya dan saya, terimakasih banyak buat soabt yang telah menyadiakan waktu untuk membaca tulsan saya ini saya ucapakan terimkasih dan semoga hidup para pembaca semakin berkah dan selalu sukses, sekian dari saya sekian dan terimkasah, wasalam mualikum wrb.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perjalanan Wisata Keluarga Ke Makham Wali 5"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel